Seni Sebagai Estetika
Estetika berada di luar lingkup logika ataupun etika.
Definisi menurut para ahli sebagai langkah pendekatan memahaminya antara lain
sebagai berikut.
1. Al Ghazali
Keindahan suatu benda terletak pada perwujudan dari
kesempurnaan karakteristik benda itu dan ditambah dengan adanya jiwa atau roh
di dalamnya.
2. Alexander Baumgarten
Keindahan itu dipandang sebagai kesatuan yang merupakan
susunan yang teratur dari bagian-bagian yang mempunyai hubungan erat satu
dengan yang lain secara keseluruhan.
3. Herbert Read
Keindahan adalah suatu kesatuan hubungan formal dari
pengamatan yang menimbulkan rasa senang.
4. Immanuel kant
Keindahan ditinjau dari dua sisi, yaitu:
Objektif : Keindahan adalah keserasian suatu objek terhadap
tujuan yang dikandungnya, sejauh objek tersebut tidak ditinjau dari segi
fungsi.
Subjektif : Keindahan adalah sesuatu yang tanpa direnungkan
dengan logika dan konsep dan tanpa disangkutpautkan dengan kegunaan praktis
dapat mendatangkan rasa senang pada si penghayat.
5. Zulser
Keindahan adalah sesuatu yang baik dan dapat memupuk rasa
moral.
6. Thomas Aquines
Keindahan akan terbentuk jika memenuhi 3 syarat, yaitu
adanya :
a. Integritas (kesatuan) atau kesempurnaan,
b. Proporsi yang tepat dan harmonis.
c. Klaritas (kejelasan).
Penganut teori objektif menempatkan rasa estetis lebih utama
sehingga memliki konsep, pola pikir, atau alasan logis mengapa sesuatu itu
dikatakan indah. Penganut teori subjektif meletakkan keindahan secara pribadi
dalam diri si penikmat karya seni sehinga tidak dapat memberi alasan mengapa
sesuatu itu dikatakan indah.
Keindahan seni adalah keindahan ekspresi, kreasi seniman.
Jadi, pemandangan alam bukan keindahan seni.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar