Jumat, 20 November 2015

Seni Sebagai Estetika


 




Estetika berada di luar lingkup logika ataupun etika. Definisi menurut para ahli sebagai langkah pendekatan memahaminya antara lain sebagai berikut.



1. Al Ghazali



Keindahan suatu benda terletak pada perwujudan dari kesempurnaan karakteristik benda itu dan ditambah dengan adanya jiwa atau roh di dalamnya.



 



2. Alexander Baumgarten



Keindahan itu dipandang sebagai kesatuan yang merupakan susunan yang teratur dari bagian-bagian yang mempunyai hubungan erat satu dengan yang lain secara keseluruhan.



 



3. Herbert Read



Keindahan adalah suatu kesatuan hubungan formal dari pengamatan yang menimbulkan rasa senang.



 



4. Immanuel kant



Keindahan ditinjau dari dua sisi, yaitu:



Objektif : Keindahan adalah keserasian suatu objek terhadap tujuan yang dikandungnya, sejauh objek tersebut tidak ditinjau dari segi fungsi.



 



Subjektif : Keindahan adalah sesuatu yang tanpa direnungkan dengan logika dan konsep dan tanpa disangkutpautkan dengan kegunaan praktis dapat mendatangkan rasa senang pada si penghayat.



 



5. Zulser



Keindahan adalah sesuatu yang baik dan dapat memupuk rasa moral.

 



6. Thomas Aquines



Keindahan akan terbentuk jika memenuhi 3 syarat, yaitu adanya :



a. Integritas (kesatuan) atau kesempurnaan,



b. Proporsi yang tepat dan harmonis.



c. Klaritas (kejelasan).

 



Penganut teori objektif menempatkan rasa estetis lebih utama sehingga memliki konsep, pola pikir, atau alasan logis mengapa sesuatu itu dikatakan indah. Penganut teori subjektif meletakkan keindahan secara pribadi dalam diri si penikmat karya seni sehinga tidak dapat memberi alasan mengapa sesuatu itu dikatakan indah.



Keindahan seni adalah keindahan ekspresi, kreasi seniman. Jadi, pemandangan alam bukan keindahan seni.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar